1. Ambillah tanaman dalam polybag (kantong plastik hitam).
2. Kemudian kita membuat lubang berukuran 30 x 30 x 30 cm (ukuran dapat berubah sesuai besar atau kecilnya pohon).
3. Pada waktu menggali, kita pisahkan tanah asal bagian atas dan bawah. Lubang dibiarkan terbuka selama 1 minggu.
4. Tanah asal dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 bagian pupuk, 2 bagian tanah.
5. Kembalikan tanah asal bagian bawah ke dalam lubang.
6. Keluarkan bibit dari polybag dengan hati-hati agar tidak merusak akar.
7. Letakkan bibit ke dalam lubang.
8. Tanaman diberi penunjang dari bambu atau kayu.
9. Kemudian uruklah lubang dengan tanah bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk.
10. Tanah dipadatkan. Usahakan lebih rendah dari tanah asal. Bisa dengan kaki, tangan, atau alat.
11. Siramlah secukupnya pagi dan sore.
12. Peliharalah dengan menyiram secara rutin dan memberi pupuk serta bahan pembasmi hama.
13. Saat memegang bibit, yang dipegang polybag-nya, bukan tanamannya.
Keterangan lebih lanjut bisa dilihat pada bagian ilustrasi.
1. PEMELIHARAAN
Tanaman perlu mendapat air yang cukup guna kelangsungan hidupnya. Apabila tidak ada hujan, tanaman harus disiram agar tidak kering.
2. PENDARINGAN
Pendaringan dilakukan untuk mencegah persaingan antara tanaman dan tumbuhan liar.
3. PEMUPUKAN
Agar tanaman lebih subur, dapat dilakukan pemupukan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos dengan dosis 2-4 kg per meter persegi.
4. PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT
Pemberantasan hama dan penyakit harus segera dilakukan apabila terlihat tanda-tanda serangan. Pemberantasan hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida, sedangkan pemberantasan jamur dilakukan dengan penyemprotan fungisida. Dosis dan interval waktu penyemprotan disesuaikan dengan petunjuk yang ada.
Sumber: Brosur Dinas Kehutanan Kalimantan Timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar